Jumat, 25 November 2011
loving you is my struggle
selamat pagi ..
moodku membaik pagi ini setelah aku melewati hari kemarin :)
terimakasih Tuhan, masih memberiku rasa bersyukur bahagia menikmati rezeki yang Engkau beri..
menulis sesuatau untuk kekasihku tersayang pagi ini adalah sesuatu yang aneh, tapi aku coba untuk menulis ..
dear my anda, aku gatau apa yang harus aku tulis sekarang. entah pujian, marah, atau yang lain.. tapi yang jelas, aku mau kasih ucapan terimakasih ..
kamu berharga buat aku, selama aku ada disebelah kamu.. aku nyaman
terimakasih udah jadi pacar yang "lumayan baik" :) buat aku, karna aku percaya tiap detik kamu selalu jadi lebih baik untuk semua salah satunya aku dan kita ..
kejar mimpimu jadi seorang pilot, aku disini hanya bisa menyertakan doa terbaik untuk kekasihku..
bunda, ayah, andung, athaya, salsa, dirga dan ka via pilar kuat yang bikin aku bertahan ada disebelah kamu dan cinta kamu yang yakinin aku untuk selalu belajar jadi lebih baik setiap hari dan sabar ngadepin hidup..
sekali lagi terimakasih cinta, kamu datang untuk gandeng tangan aku dan bawa aku jalan liat masa depan lebih baik, walaupun km pernah coba lepasin tanganmu dan pergi tapi kamu kembali dengan genggaman yang lebih kuat.
"hal yang paling sulit adalah jatuh cinta pada seseorang yang telah membuatmu bersumpah untuk tidak jatuh cinta lagi pada orang lain.."
tapi disini aku mengakui, i love you just the way you are bintang ramadhan
mencintaimu adalah perjuanganku :)
cium sayang dari aku untuk kamu disana :*
Minggu, 13 November 2011
mencari bahagia dengan air mata
Mencari bahagia dengan air mata ..
Hari pertama,
Datang menginjakkan kaki di rumah ibu jumiah, seorang wanita paruh baya dengan daster menyambut kedatangan ku .. dengan senyum ramahnya, dia menggandengku masuk kedalam rumah .. rumah yang masih berlantaikan tanah, mengajakku duduk di dipan sederhana milikknya . malam semakin larut, aku mulai merasa lelah selama perjalanan dari jogja menuju rumah ibu. Mungkin muka lelahku terlihat tapi hari itu aku masih ingin bercengkrama dengan ibu dan riko, cucu laki-laki semata wayangnya. Sembari berbincang, aku meminta riko mengambil buku pelajarannya dan menyuruhnya belajar . seolah aku adalah kakaknya tapi entah mengapa rasanya aku sudah dekat dengan riko.
Matematika menjadi pelajaran yang aku jadikan bahan untuk riko belajar, hahaha mungkin aku tak sepandai riko tapi setidaknya status mahasiswi semester 7 ku membuatku malu jika tak sanggup mengajari dia belajar .. pelajaran matematika kelas 5 sd, ternyata aku masih mampu mengerjakannya dan aku pantas diberi predikat aku lebih pintar dari murid kelas 5 sd. Di situ, di ruang tengah, aku duduk di atas tikar bersama riko dan ibu jumiah, neneknya. Sembari aku mengajjari riko, aku juga berbincang dengan ibu. Ibu lucu, polos sekali . aku adalah orang baru baginya tapi dia tak canggung untuk menceritakan kisah hidupnya, kisah yang membuat ibu menjadi seperti sekarang. Berawal dari perpisahan ibu dengan Alm bapak 3 tahun lalu, ibu sangat terpukul karna tak berada disamping bapak saat bapak menghembuskan nafas terakhirnya dan tak hanya itu saja ternyata bapak meninggalkan hutang bank dan itu membuat ibu terpaksa harus membayarnya, tak seberapa, hanya satu juta lima ratus ribu rupiah tapi itu nominal yang besar untuk ibu .. darimana ibu dapat membayarnya sedangkan pekerjaan ibu hanya seorang buruh pakan ternak ( kambing ) dan uangnya pun baru bisa didapat setahun kemudian ketika kambingnya besar dan laku dijual . tapi ibu adalah sosok yang kuat ..
Hari kedua ..
suasana pagi itu ..
Pagi itu aku terbangun dari tidurku yang pulas, pukul 05.30 .. masih dengan pakaian tidurku dan sarung aku masih sempoyongan berjalan kedepan .. tapi seketika aku terpesona dengan keindahan pagi di desa sureng, wonosari. Udaranya benar-benar sejuk , suara kicauan burung terdengar merdu pagi itu . aku menemani ibu keluar dan menikmati keindahan suasana pagi dipedesaan.
Riko sudah berangkat sekolah tadi pagi, dia jalan kaki dari rumah ke sekolahnya padahal jaraknya 1 km dengan jalanan yang menanjak, hmm hebatnya anak itu.
Hari ini aku menemani ibu mencari usal, krecek, kuwu, dan rumput laut di pantai suing. Kami berjalan 2 km dari rumah, astaga sumpah itu jauh sekali dan cuaca panas, sumpah aku gak kuat .. tapi melihat ibu mash semangat akhirnya aku memaksa untuk tetap berjalan, akhirnya kami sampai di pantai. Tak semudah itu mencari usal, kuwuk, krecek dan rumput laut, ternayata susah. Dibawah terik sinar matahari aku dan ibu berjalan menyusuri pinggir pantai untuk mencari kuwuk dan krecek. Cuaca panas sekali, matahari sedang terik-teriknya .. keringatku dan ibu menetes seperti habis lari maraton hhe. Tapi kami tetap melanjutkan mecari, ibu dapat banyak dan aku cuma sedikit tapi tak apalah yang penting sudah usaha bantuin ibu. Selesai itu kami melanjutkan mencari usal dan rumput laut, usal itu seperti keong tapi dagingnya enak untuk dimakan. Olahan usal yang sudah jadi itu oseng usal dan rumput lautna jadi keripik rumput laut . kalian tau betapa enaknya oseng usal buatan ibu ini ..
Malam ditutup dengan kelelahan kami berdua, setelah bersih-bersih kami segera tidur untuk kegiatan esok pagi
*wajah ibu terlihat tetap tersenyum, aah sayang ibu ..
Hari ketiga ..
Pagi itu tetap selalu jadi pagi yang indah untukku, udaranya sungguh segar dan tak dapat aku temukan di jogja .. badanku segar dan hari ini dan agendaku adalah mencari pakan kambing, ya gusti tuhanku kupikir ladangnya hanya dibelakang rumah .. ternyata ? tidaaaaaak, jauh dengan jarak 1 km . baiklah keluhan itu kusimpan di hati saja, ku temani riko mencari pakan dan taraaaa ternyata itu di bukit . ooh kambing tau seberapa susah aku dan riko mencari makan untukmu ? cepat tumbuh besar yaa ..
Selesai mencari, kami memutuskan jalan-jalan ke pantai. Ternyata disana ada kesenian macapat dan akhirnya kami bermain bersama para pemain, aku dan riko belajar bermain senthir dan gendhir .. setelah selesai aku dan riko memutuskan untuk kembali kerumah, wajah kami sudah terlihat sangat lelah tetapi riko tetap ingin melihat cartoon kesayangannya, naruto, satu-satunya kaset vcd yang dia miliki , diam-diam aku meng candid nya degan cameraku ..
*riko dengan wajah polosnya yang tak pernah bosan menonton cartoon kesayangannya ..
Hari keempat ..
Hari ini hari terkahirku bersama ibu dan riko, terasa sedih harus meninggalkan mereka berdua lagi .. tapi aku putuskan untuk mengajak mereka jala-jalan ke pantai kukup, kerajinan disana bagus-bagus, siapa tau ibu dan riko bisa belajar membuat kerajnan seperti itu. Disana kami akhirnya diajari oleh salah seorang pembuat kerajinan untuk membuat kerajinan dari bahan dasar kuwuk, krecek dan usal .. terlihat raut bahagia di wajah ibu dan riko, mereka sangat antusias sekali. Tak banyak yang bisa ku ucapkan untuk ibu dan riko selain kata terimakasih, terimakasih untuk semuanya .. pelajar hidup yang tak pernah bisa digantikan oleh apapun, kesabaran ibu, ke ikhlasan ibu dan kegigihan ibu adalah sesuatu berharga untukku .. doaku semoga ibu dan riko bisa terus kuat dan menjadi panutan untuk kita semua, ketika kebahagiaan itu datang dengan air mata ..
Dari ku untuk ibu Jumiah dan adikku Riko Kurniawan ..
Hari pertama,
Datang menginjakkan kaki di rumah ibu jumiah, seorang wanita paruh baya dengan daster menyambut kedatangan ku .. dengan senyum ramahnya, dia menggandengku masuk kedalam rumah .. rumah yang masih berlantaikan tanah, mengajakku duduk di dipan sederhana milikknya . malam semakin larut, aku mulai merasa lelah selama perjalanan dari jogja menuju rumah ibu. Mungkin muka lelahku terlihat tapi hari itu aku masih ingin bercengkrama dengan ibu dan riko, cucu laki-laki semata wayangnya. Sembari berbincang, aku meminta riko mengambil buku pelajarannya dan menyuruhnya belajar . seolah aku adalah kakaknya tapi entah mengapa rasanya aku sudah dekat dengan riko.
Matematika menjadi pelajaran yang aku jadikan bahan untuk riko belajar, hahaha mungkin aku tak sepandai riko tapi setidaknya status mahasiswi semester 7 ku membuatku malu jika tak sanggup mengajari dia belajar .. pelajaran matematika kelas 5 sd, ternyata aku masih mampu mengerjakannya dan aku pantas diberi predikat aku lebih pintar dari murid kelas 5 sd. Di situ, di ruang tengah, aku duduk di atas tikar bersama riko dan ibu jumiah, neneknya. Sembari aku mengajjari riko, aku juga berbincang dengan ibu. Ibu lucu, polos sekali . aku adalah orang baru baginya tapi dia tak canggung untuk menceritakan kisah hidupnya, kisah yang membuat ibu menjadi seperti sekarang. Berawal dari perpisahan ibu dengan Alm bapak 3 tahun lalu, ibu sangat terpukul karna tak berada disamping bapak saat bapak menghembuskan nafas terakhirnya dan tak hanya itu saja ternyata bapak meninggalkan hutang bank dan itu membuat ibu terpaksa harus membayarnya, tak seberapa, hanya satu juta lima ratus ribu rupiah tapi itu nominal yang besar untuk ibu .. darimana ibu dapat membayarnya sedangkan pekerjaan ibu hanya seorang buruh pakan ternak ( kambing ) dan uangnya pun baru bisa didapat setahun kemudian ketika kambingnya besar dan laku dijual . tapi ibu adalah sosok yang kuat ..
Hari kedua ..
suasana pagi itu ..
Pagi itu aku terbangun dari tidurku yang pulas, pukul 05.30 .. masih dengan pakaian tidurku dan sarung aku masih sempoyongan berjalan kedepan .. tapi seketika aku terpesona dengan keindahan pagi di desa sureng, wonosari. Udaranya benar-benar sejuk , suara kicauan burung terdengar merdu pagi itu . aku menemani ibu keluar dan menikmati keindahan suasana pagi dipedesaan.
Riko sudah berangkat sekolah tadi pagi, dia jalan kaki dari rumah ke sekolahnya padahal jaraknya 1 km dengan jalanan yang menanjak, hmm hebatnya anak itu.
Hari ini aku menemani ibu mencari usal, krecek, kuwu, dan rumput laut di pantai suing. Kami berjalan 2 km dari rumah, astaga sumpah itu jauh sekali dan cuaca panas, sumpah aku gak kuat .. tapi melihat ibu mash semangat akhirnya aku memaksa untuk tetap berjalan, akhirnya kami sampai di pantai. Tak semudah itu mencari usal, kuwuk, krecek dan rumput laut, ternayata susah. Dibawah terik sinar matahari aku dan ibu berjalan menyusuri pinggir pantai untuk mencari kuwuk dan krecek. Cuaca panas sekali, matahari sedang terik-teriknya .. keringatku dan ibu menetes seperti habis lari maraton hhe. Tapi kami tetap melanjutkan mecari, ibu dapat banyak dan aku cuma sedikit tapi tak apalah yang penting sudah usaha bantuin ibu. Selesai itu kami melanjutkan mencari usal dan rumput laut, usal itu seperti keong tapi dagingnya enak untuk dimakan. Olahan usal yang sudah jadi itu oseng usal dan rumput lautna jadi keripik rumput laut . kalian tau betapa enaknya oseng usal buatan ibu ini ..
Malam ditutup dengan kelelahan kami berdua, setelah bersih-bersih kami segera tidur untuk kegiatan esok pagi
*wajah ibu terlihat tetap tersenyum, aah sayang ibu ..
Hari ketiga ..
Pagi itu tetap selalu jadi pagi yang indah untukku, udaranya sungguh segar dan tak dapat aku temukan di jogja .. badanku segar dan hari ini dan agendaku adalah mencari pakan kambing, ya gusti tuhanku kupikir ladangnya hanya dibelakang rumah .. ternyata ? tidaaaaaak, jauh dengan jarak 1 km . baiklah keluhan itu kusimpan di hati saja, ku temani riko mencari pakan dan taraaaa ternyata itu di bukit . ooh kambing tau seberapa susah aku dan riko mencari makan untukmu ? cepat tumbuh besar yaa ..
Selesai mencari, kami memutuskan jalan-jalan ke pantai. Ternyata disana ada kesenian macapat dan akhirnya kami bermain bersama para pemain, aku dan riko belajar bermain senthir dan gendhir .. setelah selesai aku dan riko memutuskan untuk kembali kerumah, wajah kami sudah terlihat sangat lelah tetapi riko tetap ingin melihat cartoon kesayangannya, naruto, satu-satunya kaset vcd yang dia miliki , diam-diam aku meng candid nya degan cameraku ..
*riko dengan wajah polosnya yang tak pernah bosan menonton cartoon kesayangannya ..
Hari keempat ..
Hari ini hari terkahirku bersama ibu dan riko, terasa sedih harus meninggalkan mereka berdua lagi .. tapi aku putuskan untuk mengajak mereka jala-jalan ke pantai kukup, kerajinan disana bagus-bagus, siapa tau ibu dan riko bisa belajar membuat kerajnan seperti itu. Disana kami akhirnya diajari oleh salah seorang pembuat kerajinan untuk membuat kerajinan dari bahan dasar kuwuk, krecek dan usal .. terlihat raut bahagia di wajah ibu dan riko, mereka sangat antusias sekali. Tak banyak yang bisa ku ucapkan untuk ibu dan riko selain kata terimakasih, terimakasih untuk semuanya .. pelajar hidup yang tak pernah bisa digantikan oleh apapun, kesabaran ibu, ke ikhlasan ibu dan kegigihan ibu adalah sesuatu berharga untukku .. doaku semoga ibu dan riko bisa terus kuat dan menjadi panutan untuk kita semua, ketika kebahagiaan itu datang dengan air mata ..
Dari ku untuk ibu Jumiah dan adikku Riko Kurniawan ..
Langganan:
Postingan (Atom)
